Welcome, June!
15994
post-template-default,single,single-post,postid-15994,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-1.0.6,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,qode_advanced_footer_responsive_1000,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Welcome, June!

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
― Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni ―

Welcome, June! Dan selamat datang di kulturRA! Ruang dimana kita dapat berbagi sekaligus menguliti berbagai karya seni, terutama karya seni visual. Di sini kita bebas untuk memiliki pandangan, interpretasi masing-masing terhadap karya-karya yang disajikan atau didiskusikan.  KulturRa ini juga menjadi galeri dan media diskursus bagi para seniman yang memamerkan hasil visualisasinya.
Visualisasi merupakan roh dalam pembuatan karya seni visual, dimana seniman berproses untuk menuangkan, menggambarkan, mentransformasikan pemikiran, pengalaman, imajinasi, interpretasi akan suatu hal/ keadaan, menjadi objek visual (misalnya karya lukis, karya seni rupa 3 dimensi, instalasi seni, film, dll.). Proses ini juga dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari observasi, interprestasi, maupun eksplorasi. Visualisasi telah dikenal dan dilakukan sejak awal peradaban manusia hingga era modern ini yang menggunakan teknik maupun perangkat CGI terkini. Berbicara tentang karya seni visual, tidak sedikit karya yang merupakan hasil visualisasi atau terinspirasi dari objek maupun hasil karya lainnya. Sebut saja “Blue (Moby Dick)” karya Jackson Pollock yang terinspirasi dari novel klasik tahun 1851 karya Herman Melville yang berjudul Moby-Dick (The Whale). Novel tersebut mengisahkan narasi pelaut (Ismael) saat mengikuti pelayaran yang dipimpin oleh Ahab, kapten kapal penangkap ikan paus Pequod, untuk membalas dendam pada Moby Dick — paus sperma putih raksasa — yang pada pelayaran sebelumnya menggigit kaki Ahab. Kedua “Moby-Dick” tersebut seperti berbagi perasaan paranoia, simbol, metafora, mood, suasana tragis, rasa ketidakpastian yang ekuivalen.

“Blue (Moby Dick)” by Jackson Pollock, 18 x 23 inc, Gouache and ink on composition board, 1943, location at Ohara Museum of Art, Kurashiki.

Visualisasi tokoh-tokoh dalam karya klasik Lewis Carroll, Alice’s Adventures in Wonderland, juga dapat ditemui pada 12 ilustrasi heliogravure dari surrealist legendaris, Salvador Dali. Pada tahun 1969, Maecenas Press-Random House menugasi Salvador Dali untuk membuat ilustrasi 12 chapter Alice’s Adventures in Wonderland tersebut, yang pada saat itu merupakan limited edition (hanya diterbitkan dalam 2.700 cetakan). “Mad Tea Party”adalah salah satu yang menonjol, karena merupakan perkawinan antara atmosfer dalam Alice in Wonderland dengan ambience dalam salah satu masterpiece Dali yaitu The Persistence of the Memory (1931). Lihat saja bagaimana kedua karya Dali tersebut berbagi fantasi yang sama melalui objek yang sangat ikonik, yaitu the melting clock.

The Persistence of Memory, Salvador Dali (1931). Collection of the Museum of Modern Art (MoMA) in New York City




A Mad Tea Party, an illustration by Salvador Dali in Alice’s Adventures in Wonderland (published by Random House)

Bagaimana dengan kita? Apakah karya-karya yang kita hasilkan merupakan hasil visualisasi dari pengalaman atau mimpi kita? Bisa jadi apa yang kita hasilkan sedikit banyak terinspirasi atau merupakan hasil perkawinan antara fantasi kita dengan karya orang lain yang kita lihat. Atau, …. mungkin suatu saat, salah satu karyamu menginspirasi orang lain untuk menghasilkan karya lainnya.  Selamat mengsinpirasi!

In the token of appreciation for the geniuses behind great masterpieces,
_editor_


1
Hi there, need help?
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram