Tips Merawat Lukisan Kanvas
16105
post-template-default,single,single-post,postid-16105,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-1.0.6,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,qode_advanced_footer_responsive_1000,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Tips Merawat Lukisan Kanvas

Bagi kolektor maupun penikmat lukisan kanvas (oil painting maupun acrylic), lukisan tidak hanya menjadi penghias dinding yang memberikan nilai estetika, namun juga memiliki arti dan sejarah tertentu,  memberi kesan tersendiri bagi pemiliknya, bahkan  tidak jarang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Lukisan yang dipasang di dinding dalam jangka waktu yang lama tentu tidak luput dari situasi yang dapat menyebabkan perubahan kondisi dari lukisan tersebut, yang antara lain dapat diakibatkan oleh berbagai hal, yaitu sentuhan tangan secara langsung ke kanvas, kondisi cuaca, suhu yang terlalu panas, debu, kelembaban udara, usia lukisan yang memang sudah sangat tua. Tentunya hal tersebut dapat mempengaruhi lukisan.
Untuk itu, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat dan menjaga agar lukisan tidak cepat rusak atau berubah kondisi (warna, tekstur, dan penampakan fisik), antara lain:
1. Pemilihan ruangan
Pastikan lukisan berada pada ruangan yang mendapat pencahayaan yang cukup, namun hindari penempatan lukisan di ruangan yang terpapar sinar matahari secara langsung secara berlebihan. Suhu yang terlalu tinggi secara konstan dapat menyebabkan lukisan berisiko lebih cepat rusak.
Letakkan lukisan kanvas di ruangan yang temperaturnya stabil (suhu ruangan) dan tidak lembab. Ruangan yang terlalu lembab dan dinding yang basah cenderung menyebabkan lukisan menjadi lebih mudah berjamur.

2. Penempatan Lukisan
Tempatkan lukisan di dinding atau tempat penggantungan yang kokoh. Pastikan paku dan tali penggantung atau penyangga kokoh dan mampu menahan lukisan. Perhatikan berat bingkai, dan pastikan bahwa dinding maupun media yang digunakan untuk menggantung lukisan dapat mengimbangi berat bingkai tersebut.

3. Jangan Disentuh
Jangan menyentuh lukisan kanvas dengan tangan (tanpa pelindung atau kaos tangan khusus). Setiap kali hendak membersihkan lukisan, pastikan pegang bingkainya (jangan menyentuh lukisan secara langsung). Tangan kita mengandung lemak dan garam (keringat). Jika kita menyentuh lukisan, maka lama-lama lemak dan kotoran dapat menempel bahkan terserap, sehingga sulit untuk dibersihkan, bahkan menimbulkan korosi yang merusak lukisan. Apabila lukisan ditempatkan di tempat publik atau ruang/ tempat yang mudah dijangkau orang (terutama anak-anak), pemasangan tanda “Jangan disetuh” dapat menjadi pilihan bijak.

4. Stop Penggunaan Flash/Blitz
Hal lain yang seringkali tidak diperhatikan oleh pengunjung atau tamu adalah penggunaan lampu sorot/ flash/ blitz dalam mengambil foto lukisan. Penggunaan flash tersebut dapat mempercepat penguningan pigmen warna, sehingga hal tersebut dapat merubah warna orisinil lukisan. Oleh karena itu, ingatkan pengunjung/ tamu untuk tidak menggunakan blitz atau lampu flash saat hendak mengambil foto/ gambar lukisan.

5. Pembersihan Lukisan
Hendaknya lukisan dibersihkan apabila diperlukan. Jika debu dan kotoran yang menempel pada lukisan sudah terlalu tebal, maka akan lebih sulit untuk membersihkannya.
Perhatikan alat yang digunakan untuk membersihkan kotoran. Jangan lupa untuk memakai kaos tangan saat membersihkan lukisan. Bagian depan lukisan harus dibersihkan pelan-pelan dan lembut menggunakan sikat atau kuas yang benar-benar memiliki bulu yang halus. Bisa juga dengan memakai kain fiber mikro yang lembut. Perhatikan apakah cat dan pernis dalam kondisi baik. Jika keduanya dalam kondisi baik, penerapan cairan konservasi dapat dilakukan dengan sangat hati-hati (apabila diperlukan).  Bersihkan bagian depan dengan perlahan dan sangat hati-hati. Untuk bagian belakang lukisan, dapat digunakan kuas yang agak besar dan kasar.

6. Gunakan Bantuan Ahli
Jika kotoran atau terdapat noda pada lukisan yang sudah cukup parah dan sulit untuk dilakukan pembersihan, atau usia lukisan sudah sangat tua, dimana kondisi cat dan pernis sudah agak rusak (retak), maka gunakan jasa/ bantuan dari ahli lukisan atau pemilik galeri yang yang menyediakan jasa pemeliharaan dan konservasi lukisan.
Itulah beberapa tips untuk merawat lukisan kanvas (cat minyak atau acrylic), khususnya yang memiliki nilai historis, nilai estetika, maupun nilai ekonomi yang tinggi. Selamat mencoba! 


1
Hi there, need help?
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram