Pop Art Movement!
17991
post-template-default,single,single-post,postid-17991,single-format-standard,theme-bridge,bridge-core-1.0.6,woocommerce-no-js,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,footer_responsive_adv,qode-content-sidebar-responsive,columns-4,qode-theme-ver-18.2,qode-theme-bridge,qode_advanced_footer_responsive_1000,qode_header_in_grid,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Pop Art Movement!

Pop art muncul sebagai bentuk art movement di Inggris maupun Amerika pada awal tahun 1950-an. Aliran ini mencoba mendobrak batasan-batasan/ pakem seni klasik. Seni ini ditandai dengan penggunaan warna-warna cerah dan unsur budaya popular seperti iklan, karakter buku/ komik, selebriti, katalog, logo, budaya glamor dan kapitalisme. Sebelum muncul gebrakan Pop Art, seni merupakan barang mewah yang hanya dapat dinikmati oleh kaum menengah ke atas. Pop Art sebagai salah satu bentuk kritik dan pendobrak, yang menggugat agar seni dapat dinikmati oleh semua kalangan. 
Seni Pop adalah lelucon, cara untuk menusuk intensitas dan rasa self-importance pada ekspresionis abstrak. Jika para abstract-expressionist mengambil referensi kondisi pasca Perang Dunia ke-II yang gloomy dan potret kondisi moral manusia, maka Pop Art sendiri merupakan selebrasi dari kehidupan sehari-hari dan euphoria konsumerisme. Seni ini memiliki keragaman media, mulai dari lukisan (kanvas,board, kertas), gambar kolase, pahatan, sampai instalasi seni 3D. Dengan berkembangnya teknologi, Pop art pun menjadi semacam common statement dalam dunia seni digital, terutama bagi generasi muda.
Berikut adalah beberapa contoh seniman yang diasosiasikan sebagai influencer Pop Art.
1. ANdy Warhol
Sebagai salah satu figur yang paling dikenal dalam pergerakan Pop Art, Warhol memulai bereksperimen dengan reproduksi gambar dari barang/ produk yang menjadi bagian popular culture pada zamannya, seperti kaleng Campbell’s soup dan botol Coca Cola. Melalui percetakan yang dia dirikan yang bernama Factory Additions, portfolio yang merupakan signature theme-nya menjadi sangat dikenal publik, antara lain reproduksi masa potret Marilyn Monroe yang dihasilkan tahun 1967 dengan teknik screenprint.
Karya-karya populer Andy Warhol antara lain:
Campbell’s Soup Cans
Dibuat tahun 1962, karya ini merupakan satu set printmaking kanvas (masing-masing 20 x 16 inch) yang merepresentasikan 32 variasi produk Campbell’s Soup kala itu. Warhol memproduksinya dengan teknik semi-mechanized screen printing.

CAMPBELL’S SOUP CANS, 1962. N. © 2018. DIGITAL IMAGE, THE MUSEUM OF MODERN ART, NEW YORK/SCALA, FLORENCE © 2018 THE ANDY WARHOL FOUNDATION FOR THE VISUAL ARTS, INC. / LICENSED BY DACS, LONDON. (https://www.sothebys.com/en/articles/the-story-of-andy-warhols-campbells-soup-cans)

Marylin Monroe
Yaitu reproduksi foto Marylin Monroe, dimana setiap gambarnya dicetak dari 5 screen: 1 merupakan gambar foto, dan 4 lainnya merupakan area warna yang berbeda-beda.

Copyright: Andy Warhol Foundation for the Visual Arts/ Artists Right Society (ARS), New York

2. Robert Rauschenberg
Rauschenberg merupakan pelukis sekaligus pemahat. Karya-karyanya menggunakan kombinasi material maupun media non-tradisional serta objek-objek yang inovatif. Salah satu yang popular adalah Retroactive I. Karya ini merupakan bagian dari series: silkscreen paintings yang dibuat tahun 1962 – 1964. Karya yang diproduksi secara mekanik ini memungkin dirinya untuk mentransfer foto dan gambar dari berbagai media yang popular pada saat itu ke skala yang lebih besar.

Retroactive I (1963)

Oil and silkscreen ink on canvas

84 x 60 inches (213.4 x 152.4 cm)

Wadsworth Atheneum, Hartford, Connecticut Gift of Susan Morse Hilles

3. Peter Blake
Peter Blake dijuluki sebagai Godfather of British Pop Art. Peter merupakan artis multitalenta yang telah menghasilkan berbagai karya, mulai dari  ukiran, pahatan, lukisan , maupun seni  komersial dalam bentuk grafik. Salah satu yang paling ternama adalah lukisan  On the Balcony (1955-1957), yang merupakan kolase dari 27 lukisan terkenal Edouard Manet hingga foto anggota kerajaan (royal family)  yang yang diambil dari surat kabar.

On the Balcony (1955-1957), Oil on canvas 1213 × 908 mm, Collection: Tate – Liverpool

4. Jasper Johns
Jasper Johns adalah salah satu pioneer pop art movement yang mendasari karyanya dari budaya komoditas (commodity culture). Fokus utama karya-karyanya adalah tanda, bendera, target, peta. Salah satu karyanya yang paling popular adalah lukisan “Three Flags”. Yang menarik adalah lukisan tersebut menggunakan teknik encaustic (menggunakan pigmen yang dikombinasikan dengan lilin lebah alami yang dipanaskan) yang memiliki tekstur yang unik.
Johns telah menerima banyak penghargaan selama masa hidupnya, termasuk Presidential Medal of Freedom dari Presiden Barack Obama pada 2011. Karya-karyanya terus mendulang jutaan dolar dalam lelang maupun penjualan.

Three Flags (1958), Encaustic on canvas

Overall: 30 5/8 × 45 1/2 × 4 5/8in. (77.8 × 115.6 × 11.7 cm)

5. Yayoi Kusama
Yayoi Kusama adalah seniman kontemporer asal Jepang yang mayoritas karyanya berupa sculpture dan instalasi seni. Namun dia juga aktif dalam dunia seni lukis, fiksi, puisi, fashion, musik, maupun performance. Yayoi dijuluki sebagagai “Princess of Polka Dots”. Seperti kita ketahui, banyak artwork Yayoi yang memiliki tema polka dot. Konon yang menjadi sumber inspirasinya adalah halusinasi di masa kecilnya tentang kebun bunga yang berbicara dengannya, dimana bunga-bunga tersebut memiliki kepala berbentuk dot (titik-bundar); dan seolah-olah dirinya lenyap di antara mereka. Pengalaman inilah yang kemudian meng-influence karya-karyanya.
Publik di Indonesia juga disuguhi instalasi seninya yang popular dan mengesankan di Museum Macan (Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara) Jakarta, bertajuk “Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls”.  Infinity Mirrored Room adalah sebuah seri instalasi ciptaan Yayoi Kusama yang menggambarkan realita tak berbatas, dengan media lampu LED dan cermin. Karya Yayoi lainnya yakni Dots Obesession, Narcissus Garden, Obliteration Room, serta Gigantic Pumpkin.

Yayoi Kusama. Infinity Mirrored Room – Brilliance of the Souls (2014).

Kaca, panel kayu, LED, besi, panel akrilik. 287,4 x 415 x 415 cm. © Yayoi Kusama.

(https://www.museummacan.org/others/event-1552709769?lang=id)

The Obliteration Room dalam pameran seni Yayoi Kusama: Life Is The Heart of A Rainbow

12 Mei-9 September 2018, Museum MACAN, Jakarta

(https://travel.kompas.com/read/2018/05/10/122800727/sabtu-pameran-seni-yayoi-kusama-di-museum-macan-dibuka-untuk-umum?page=all)

Selain itu, masih banyak lagi seniman POP Art yang menjadi influencer bagi perkembangan seni POP Art, antara lain Richard Hamilton, Roy Lichtenstein, David Hockney, Keith Haring,  Robert Indiana, dan Romero Britto.
Reference:

Thomas J Craughwel, 30,000 Years of Art, Black Dog & Leventhal Publishers, Inc, New York, 2012

https://www.tate.org.uk/art/art-terms/c/cubism

https://www.ranker.com/list/famous-andy-warhol-paintings/reference

https://www.creativebloq.com/art/pop-art-8133921

https://learnodo-newtonic.com/famous-pop-art-artists

https://en.wikipedia.org/wiki/Yayoi_Kusama

https://www.moma.org/collection/works/61240

https://www.rauschenbergfoundation.org/

https://www.tate.org.uk/art/artworks/blake-on-the-balcony-t00566

https://www.tate.org.uk/kids/explore/who-is/who-yayoi-kusama

https://www.museummacan.org/others/event-1552709769?lang=id



1
Hi there, need help?
Visit Us On FacebookVisit Us On Instagram